Pada suatu hari seorang saudagar yang terkenal kaya raya merasa
kehilangan sekeping uang logam. Dari awal sang saudagar mencurigai anak
tetangganya sebagai pencurinya, karena di matanya sikap dan perilaku anak itu
mirip pencuri. Pada saat itu, anak tetangga yang sedang dipikirkan sang
saudagar tiba-tiba lewat di depan sang saudagar. Anak itu tersenyum sewaktu
melihat sang saudagar.
Melihat anak itu lewat di depannya sambil tersenyum, sang saudara merasa muak sekali. Di matanya, senyum anak itu seolah mencemoohnya karena telah berhasil mencuri uang darinya. Selain itu sang saudagar merasa sikap anak itu sangat mencurigakan. Geram sekali sang saudagar jadinya.
Sang saudagar pun berbalik untuk masuk kembali ke dalam rumah.
Namun tiba-tiba didengarnya sesuatu terjatuh dari saku bajunya. Segera
dilihatnya apa yang terjatuh itu, dan alangkah kagetnya dia ternyata yang
dilihatnya adalah sekeping uang logam yang disangkanya hilang itu. Rupanya uang
logam itu terselip di saku bajunya. Sang saudagar senang sekali telah menemukan
uang logamnya kembali.
Pada saat bersamaan, anak tetangga yang tadi dicurigainya lewat
lagi. Seperti yang tadi dilakukannya, dia tersenyum dan menunduk hormat kepada
sang saudagar. Kali ini sang saudagar membalas senyuman anak itu dan dimatanya
senyum dan sikap anak itu terlihat sangat santun dan sikapnya menunjukkan dia
adalah anak yang baik dan hormat pada orang tua.
Nah..,
seperti itulah seringkali kita bersikap. Prasangka seringkali menuntun kita
dalam pikiran yang salah dan terburu-buru menjatuhkan penilaian. Dalam keadaan
seperti itu kita seringkali tak berusaha untuk mencari kebenaran berdasarkan
fakta yang ada. Barulah setelah kita dihadapkan dengan fakta yang bertolak
belakang dengan prasangka kita, rasa sesal dan malu akan hadir di hati. Masih
beruntung jika kita memiliki kesempatan untuk memperbaiki kesalahan yang ada,
tapi jika tidak bagaimana..?
Semoga
kisah singkat di atas, meskipun sederhana, dapat menjadi sentilan bagi kita
untuk tidak lagi terburu-buru dalam menilai sesuatu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Bagaimana Pendapat Anda?